Luas Mangrove Kaltim Menyusut Drastis, Dari 950 Ribu Jadi 174 Ribu Hektare

Oleh editor johan pada 26 Agu 2025, 16:19 WIB

Hutan Manggrove / DLH Buleleng

Smartrt.news, BALIKPAPAN – Wakil Gubernur KaltimSeno Aji mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kondisi hutan mangrove di daerahnya. Jika pada era 1970–1980 luas hutan mangrove mencapai sekitar 950 ribu hektare, kini hanya tersisa 174 ribu hektare.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan keynote speech pada Talkshow Hari Mangrove Sedunia dengan tema “Jospol Mangrove untuk Pengembangan Pariwisata dan Budaya Berbasis Desa” di Pendopo Lamin Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa, 26 Agustus 2025.

Menurut Seno, penyusutan itu tidak lepas dari berbagai faktor, mulai dari kebijakan tata ruang, kebutuhan lahan, perizinan kawasan, hingga pembangunan infrastruktur.

“Pemicu terbesar pembukaan lahan mangrove adalah untuk tambak. Sayangnya, banyak tambak itu justru ditelantarkan hingga berubah kembali menjadi semak mangrove. Karena itu, pelibatan masyarakat sangat penting dalam upaya rehabilitasi ekosistem mangrove,” tegas Seno Aji.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kaltim membentuk Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD). Lembaga ini akan menjadi wadah koordinasi lintas pihak dalam menyelamatkan ekosistem mangrove.

Adapun tugas KKMD meliputi:

  • Identifikasi dan inventarisasi kondisi ekosistem mangrove.
  • Sinkronisasi program pengelolaan antar sektor pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
  • Memfasilitasi penyelesaian konflik pemanfaatan kawasan.
  • Mendorong terbentuknya KKMD di kabupaten/kota.
  • Menyusun data dasar mangrove Kaltim dan melaporkannya ke Gubernur serta Pokja Mangrove Nasional.

Seno menegaskan, pengelolaan mangrove tidak hanya soal restorasi dan rehabilitasi, tetapi juga perlindungan, konservasi, serta peningkatan ketahanan iklim. Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam program pemberdayaan ekonomi dan pengambilan keputusan di tingkat desa.

Acara tersebut turut dihadiri Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Universitas Mulawarman Samarinda, Irawan Wijaya Kusuma, perwakilan BPDAS Mahakam Berau, pimpinan redaksi Tribun Kaltim, akademisi, LSM, serta mahasiswa.

(Tim Smartrt.news/Johan/Sumber : Pemprov Kaltim)

Tinggalkan Komentar