Fenomena Manusia Gerobak Masih Ada di Balikpapan, Jumlahnya Turun Signifikan
Diterbitkan 22 Agu 2025, 17:25 WIB

Manusia Gerobak yang diangkut Satpol PP Balikpapan / Smartrt / Sudarman
Smartrt.news, BALIKPAPAN – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan, Edy Gunawan, mengungkapkan bahwa fenomena manusia gerobak masih ditemukan di sejumlah titik kota. Namun, jumlahnya disebut jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Fenomena manusia gerobak yang kita tidak inginkan adalah jika akhirnya merusak citra kota. Bisa saja ada yang mencari kesempatan atau bahkan ada koordinatornya,” ujar Edy, Jumat (22/8/2025).
Menurutnya, beberapa tahun lalu manusia gerobak cukup banyak terlihat, khususnya di kawasan MT Haryono. Kini jumlahnya diperkirakan berkurang lebih dari 50 persen, atau tinggal sekitar seperempat dari jumlah sebelumnya.
Edy menegaskan, memberikan uang kepada manusia gerobak bukanlah solusi. Justru, hal itu membuat mereka semakin bergantung dan enggan bekerja.

Manusia Gerobak yang diangkut Satpol PP Balikpapan / Smartrt / Sudarman
“Saya dulu sering ikut memberi saat Jumat Berkah, tapi lama-lama mereka jadi terbiasa meminta-minta. Ini yang membuat masyarakat sulit maju secara ekonomi. Yang lebih berbahaya lagi, jika ada pihak yang memanfaatkan mereka untuk kepentingan tertentu,” jelasnya.
Dinsos Balikpapan pun mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada manusia gerobak, melainkan melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan hal mencurigakan. Edy juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Satpol PP, untuk turut melakukan pengawasan agar ketertiban kota tetap terjaga.
“Masyarakat bisa ikut berperan dengan melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan. Ini demi kebaikan bersama agar Balikpapan tetap tertata dengan baik,” pungkasnya.