Empat Rumah Maggot Hadir di Balikpapan Kota, Kurangi Sampah Sekaligus Dongkrak Ekonomi Warga
Diterbitkan 27 Agu 2025, 10:25 WIB

Pemabangunan rumah Maggot di Balikpapan / Sudarman
Smartrt.news, BALIKPAPAN – Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan, turun langsung memantau progres pembangunan Rumah Maggot di sejumlah kelurahan pada Selasa (26/8/2025).
Program ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Balikpapan dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Saat ini, pembangunan rumah maggot berlangsung di empat titik, yakni di Kelurahan Prapatan RT 33, Kelurahan Telaga Sari RT 43 dan RT 45, serta Kelurahan Damai RT 19. Masing-masing unit memiliki luas bangunan sekitar 78 meter persegi.
Tidak hanya sebatas pembangunan fisik, rumah maggot juga dilengkapi berbagai peralatan pengolahan sampah. Peralatan tersebut antara lain alat pemilah sampah organik dan non-organik, pembubur sampah organik, oven pengering, mesin penepung, pembuat pelet pakan ternak, mesin kemasan, hingga kendaraan roda dua untuk mendukung operasional.
Rosin menjelaskan, rumah maggot diharapkan memberi dampak ganda, baik dari sisi lingkungan maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Rumah maggot ini bukan sekadar tempat pengolahan sampah, tetapi juga bagian dari solusi berkelanjutan menjaga lingkungan. Sampah organik bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti pakan ternak,” ujarnya.

Pembangunan rumah maggot di Balikpapan /Sudarman
Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas dan peralatan yang tersedia harus benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat di masing-masing lokasi.
Keberadaan rumah maggot juga diproyeksikan menjadi model percontohan pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi tepat guna di wilayah perkotaan.
Ketua RT 19 Damai, Basirun, menyambut baik hadirnya rumah maggot di wilayahnya. Menurutnya, program ini tidak hanya membantu mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga memberi peluang tambahan penghasilan bagi warganya.
“Kami sangat mendukung program ini. Dengan adanya rumah maggot, masyarakat bisa lebih disiplin memilah sampah, sekaligus membuka peluang usaha baru yang bermanfaat bagi ekonomi warga,” ungkapnya.
“Dengan keterlibatan masyarakat, rumah maggot diharapkan mampu mengurangi beban TPA sekaligus membuka peluang usaha baru di bidang pakan ternak dan produk turunan lainnya,” pungkas Rosin.*