Balikpapan Kota Terbersih, Tapi Volume Sampah Terus Meningkat
Diterbitkan 22 Agu 2025, 18:20 WIB

Volume sampah di Balikpapan terus meningkat / Smartrt / Sudarman
Smartrt.news, BALIKPAPAN — Meski dikenal sebagai salah satu kota terbersih dan tertib di Indonesia, Balikpapan menghadapi tantangan lingkungan yang semakin berat. Data terbaru menunjukkan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar terus mengalami kenaikan sepanjang 2024 lalu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyebut tren ini sebagai peringatan serius.
“Walaupun kota terlihat bersih, beban pengelolaan sampah semakin berat dan membutuhkan perhatian semua pihak,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Desember Puncak Sampah
Berdasarkan data BPS, rata-rata volume sampah harian di TPA Manggar mencapai titik tertinggi pada Desember 2024 dengan 420,65 ton per hari. Angka ini menjadi yang terbesar sepanjang tahun.
Lonjakan tersebut diperkirakan terjadi akibat meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang akhir tahun: liburan, perayaan hari besar, hingga konsumsi rumah tangga dan komersial.
Sebaliknya, Januari mencatat volume terendah, yakni 380,7 ton per hari, karena aktivitas ekonomi dan sosial biasanya belum sepenuhnya pulih setelah libur panjang.
Rangkuman Volume Sampah Harian 2024 (ton per hari)
Januari: 380,7
Februari: 394,43
Maret: 377,3
April: 380,69
Mei: 382,21
Juni: 393,2
Juli: 376,64
Agustus: 384,68
September: 381,67
Oktober: 376,94
November: 406
Desember: 420,65
Tren ini menunjukkan bahwa meski ada fluktuasi bulanan, volume sampah cenderung meningkat, terutama di paruh kedua tahun.
Waspadai Dampaknya
Saat ini, TPA Manggar merupakan satu-satunya tempat pemrosesan akhir sampah di Balikpapan. Jika tren kenaikan terus berlanjut tanpa strategi pengelolaan yang efektif, risiko kelebihan kapasitas dapat mengancam.
“Kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan lingkungan dan masyarakat, mulai dari pencemaran air, tanah, hingga udara,” terang Sudirman.
Karena itu, ia mengajak masyarakat berperan aktif dengan cara sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga mendaur ulang limbah rumah tangga.
“Pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah. Warga juga harus ikut terlibat agar Balikpapan tetap menjadi kota yang bersih dan nyaman,” pungkasnya.